Malam telah sepi. Bias lampu memancar sendiri. Angin semilir menembus kesunyian. Pohon-pohon mendesir dan mengayunkan rantingnya bergantian. Tidak satupun binatang bersuara dan berani menampakkan muka. Sesekali terlihat bulan membisu muram. Beberapa bintang enggan memancarkan sinarnya. Seakan mereka tau apa yang sedang terjadi disini, di protokol ini.
Aku rapuh, hatiku menangis. Ragaku seakan mau pergi. Hampir semua bagian tubuhku tidak bisa digerakkan. Tenaga yang tersisa hanya cukup untuk menopangnya dipelukanku. Hangat memang, tapi belum cukup. Gundah ini tidak ada obatnya. Galau ini tidak ada penawarnya. Tanpa suara berbincang, lembut kucium keningnya. Malam ini aku harus merelakan separuh dari bagian hidupku. Akankah menjadi akhir atau hanya sebuah rekayasa yang kuasa bahwa ini adalah permulaan yang harus kutempuh?
